Postingan

Menampilkan postingan dengan label Poem

Baiknya

Gambar
  Beberapa perasaan baiknya disimpan saja.  Ada kalanya memang diri sendiri menjadi satu-satunya tumpuan untuk terus dapat berdiri tegak (tentu saja Tuhan selalu ada).    Beberapa kisah baiknya dikubur dalam-dalam dan hanya dijadikan kenangan.  Ada kalanya memang merahasiakan rasa sedih agar sekitar kita tidak merasa khawatir merupakan jalan keluar.       Pada akhirnya, beberapa kejadian hanya menjadi "baiknya" bukan "seharusnya".

Semoga Semuanya Lekas Baik-Baik Saja

Gambar
Pandemi ini membuat jeda pada kehidupan Hiruk pikuk dan lalu lalang Klakson kendaraan yang bising Polusi udara yang semakin parah Serta kesombongan manusia yang merasa berkuasa atas segalanya

Namanya Rindu

Gambar
Namanya rindu Dia menjelma menjadi serpihan rasa khawatir Karena sebuah jeda yang terlalu lama untuk bertemu

Terimakasih Sudah Pernah Berjuang

Gambar
Mungkin memang kebersamaan kita harus lekas diakhiri. Kamu tidak layak mendapatkan perhatianku, dan aku tidak layak mendapatkan pengorbananmu. Kita sama-sama menginginkan, tapi tidak dengan semesta. Lalu kita bisa apa? Saling memaksakan untuk tetap bersama nyatanya semakin menyulitkan. Kamu terluka, aku pun sama. Semakin lama kita memupuk perasaan ini hanya akan membuatku mati perlahan. Bagaimana tidak? Kamu menjadi bagian di diriku, menjadi nafas semangatku dan detak jantung irama bahagiaku.

Sepasang Manusia Batu

Gambar
Percayalah, tidak ada yang baik-baik saja dari sebuah perpisahan. Apalagi banyak lagu yang kita dengar berdua saat sepeda motor melaju kencang menuju rumahku. Kamu, menjadi bagian indah dalam kisahku. Dan kepergianmu, menjadi bagian menyakitkan dalam hidupku. Entah tangis pecah keberapa kali ketika aku harus mengakui bahwa hidupku tidak lagi seimbang. Bagaimana bisa seimbang, kalau bahagiaku saja ada di dalam dirimu. Bukan berlebihan, tapi begitulah adanya.

Akankah Kesepian Membunuhku?

Gambar
Jarum jam berdetik Jantung berdetak Burung di luar berkicau Suara lalu lalang kendaraan terdengar Hidup seperti tidak hidup lagi sekarang Sejak aku kehilanganmu

Kau Percaya Bahwa..

Gambar
Kau percaya bahwa cinta akan menemukan jalannya sendiri? Seperti air yang selalu mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Bagiku, cinta itu sederhana saja.  Menemukanmu ketika waktunya memang sudah tepat. Bukan karena aku mencari, tapi karena memang langkah kaki ini yang menuntunnya. Aku percaya bahwa cinta yang memang cinta akan saling menemukan. Entah itu lewat seorang teman atau pertemuan ditempat yang tidak pernah kita duga. Atau kita adalah teman yang lama berpisah, bisa juga kita adalah musuh bebuyutan dimasa sekolah. Kau percaya bahwa cinta itu kamu, yang dengan mudahnya membuat aku tertawa? Jakarta, 10 Oktober 2016 saat hujan

Untuk Kamu

Gambar
Untuk kamu yang masih dirahasiakan. Untuk kamu yang entah siapa dan dimana. Aku masih menunggumu duduk manis sambil sesekali melihat keluar jendela. Buku-buku novel dan komik yang berserakan dimana-mana, menjadi hiburanku sampai datang senja. Kalau boleh tau, apakah kedatanganmu masih lama? Kalau memang iya, tidak apa. Aku akan memanfaatkan waktu luangku berkumpul dengan teman dan keluarga. Siapa tau, kalau kau sudah datang aku akan melupakan dunia dan seisinya. Dan berharap menghabiskan waktu hanya berdua saja. Ah, katanya seperti itu yang dilakukan orang yang jatuh cinta. Lucu ya? ;) Satu hal yang harus kamu tau tentangku, bahwa aku adalah perempuan biasa dengan segala kekurangan yang ada. Mungkin hanya sedikit saja kelebihan yang kupunya. Tapi jangan khawatir, aku akan berusaha menjadi wanita terbaik hingga kau lupa dengan wanita lain diluar sana. Untuk kamu yang masih dirahasiakan. Jangan terburu-buru. Aku menunggumu dengan segala cara terbaikku. Jakarta, 1 Ok...

Jarak Ini

Gambar
Jarak ini membatasiku dari kamu, membatasi kita. Membatasi pandanganku terhadapmu. Namun doaku untukmu tidak berbatas. Sesekali aku sengaja tidak menguhubungimu terlebih dahulu. Bukan karena aku tidak rindu. Hanya saja aku memberimu ruang untuk merindukanku. Benar saja kan? Kamu ternyata merindukanku dalam diam. Namun bukan sapaan rindu ketika kamu menghubungiku, malah kecurigaan terhadapku kamu tuduhkan. Kamu ini pura-pura bodoh atau memang benar bodoh? Apa lagi yang aku cari dari orang lain, ketika denganmu saja aku mengabaikan seluruh dunia. Lalu, apa mungkin aku mencari penggantimu ketika alasan senyumku adalah kamu.

Rindu Itu Mungkin Sama

Gambar
Rindu itu mungkin sama. Hanya saja, sikap kita yang membuatnya berbeda. Aku mengabarimu setiap saat, menanyakan kabarmu disana, menanyakan apa saja kegiatan yang kau lakukan dan sebagainya dan sebagainya. Tapi kamu, mengirim pesan pendek saja hanya bila aku yang lebih dulu memulainya. Menelepon sesekali, itupun aku yang meminta. Kamu menganggap bahwa hubungan kita akan baik-baik saja walau hanya sesekali menyapa. Sedangkan aku mengeluarkan seluruh effort untuk sebisa mungkin menjaga komunikasi denganmu setiap waktu. Takut, bila ada seseorang yang berada dekat dengan lingkaranmu. Dan itu bukan aku. Rindu itu mungkin sama. Menari-nari dalam hati kita yang beberapa waktu terakhir lebih banyak berdiam diri dan menyendiri. Mengingat momen-momen kebersamaan kita yang biasa saja namun istimewa. Kau berhasil membawa sebagian kebahagiaanku bersamamu. Sehingga ketika aku disini mencoba pergi ke tempat yang menyenangkan, rasanya tidak pernah lengkap karena ketiadaanmu. Bagaimana...

Selamat Pagi.

Gambar
Selamat pagi. Apa kabar harimu? Ku harap baik-baik saja. Sesekali aku ingin menyapamu dalam diam. Menunggumu menyapaku lebih dulu adalah salah satu kemustahilan. Bila memang sampai terjadi, rasanya aku harus mendaftarkannya menjadi salah satu keajaiban dunia yang langka. Ketika aku merindukanmu, aku sering menjadi si pengeluh yang hebat -si pengeluh yang hebat adalah julukanku kepadamu- Aku mengeluh dan meratapi betapa tersiksanya aku sendiri tanpa kehadiranmu disini, bersisian duduk disampingku, menyela omonganku yang mirip ibu-ibu. Kadang aku merindukan segala macam hal yang menyebalkan darimu. Meledekku sigendut, sibawel, sicengeng atau apapun itu. Kau memang tidak setampan pangeran dalam cerita dongeng atau seterkenal pangeran Inggris Raya. Kau hanya lelaki biasa dengan ke-apa-adaan disetiap rasa. Tapi celotehan tidak pentingmu yang membuatku tertawa. Dan saat ini, aku hanya butuh itu. Aku berharap bahwa Tuhan benar-benar menciptakan kendaraan semacam elang raksa...
Gambar
Aku merindukannya. Seperti pagi yang merindukan mentari di musim hujan. Aku merindukannya. Seperti malam yang merindukan bintang ketika mendung. Aku kehilangannya. Seperti burung yang sayapnya terluka, kemudian dia tak dapat terbang membumbung tinggi. Aku menginginkannya. Seperti anak kecil yang menangis meminta dibelikan balon pada ibunya. Merengek dan terus merajuk. Aku mencintainya. Entah seperti apa. Namun sederhana saja.

Dear Adikku..

Gambar
Dear adikku.. 22 November 2014 Tepat 6 tahun usiamu kini Juga tepat 6 tahun aku menjadi seorang kakak Sebelumnya, aku tidak suka akan kehadiranmu Rasanya, kau mengacaukan segala kebahagiaanku sebagai anak bungsu Berbulan-bulan aku tidak mau menyentuh atau menggendongmu Hanya karena aku tidak mau tersaingi kasih sayangnya dari bapak dan ibu Namun, perlahan-lahan rasa itu tetap ada Naluri seorang kakak yang ingin melindungi dan menyayangi hadir dengan sendirinya Hal pertama yang membahagiakanku adalah ketika kau terlelap di pelukanku dengan alunan sebuah lagu Aku melihat wajah polos tanpa dosa ada dalam dekapanku Sejak saat itu, aku mengakui bahwa takdir seorang kakak adalah menjaga adik-adiknya Entah semenyebalkan apapun dirimu Sejail apapun kau mengerjaiku Selalu ada rindu mendalam ketika jauh dari sisimu Adikku, tumbuhlah menjadi seorang anak cerdas kebanggaan bapak dan ibu Jadilah anak ceria yang selalu mengundang tawa di keluarga kecil kita Aku sangat menyayang...
Terkadang, berpura-pura kuat lebih mudah daripada harus menjelaskan segalanya. Bukan untuk menjadi seorang pecundang yang lari dari semua realita yang ada. Hanya saja, ada kala saat dimana seseorang tak ingin limbung oleh perasaan yang dibuatnya sendiri. Sedikit, perlahan, namun pasti. Perasaan itu halus, namun jika lengah sedikit saja. Dia menyergapmu tanpa peringatan.

Malam

Malam selalu indah dengan gelapnya.. Malam selalu indah dengan kesunyiannya.. Malam selalu indah dengan kemisteriusannya.. Betapa hebat Tuhan yang menciptakan malam..

Istimewa

Gambar
aku selalu menjadikanmu orang pertama dalam do'aku.. dalam sujud panjangku.. dalam setiap langkah kemanapun kaki ini pergi.. aku selalu menjadikanmu alasan terkuat dalam hidupku untuk bertahan.. bertahan di setiap cobaan yang kerapkali tak meminta ijin untuk datang.. bertahan melawan ketakutan akan ancaman dunia yang kejam.. aku selalu menaruh harapan panjang.. berharap semuanya akan selalu seperti sekarang.. memandang wajah manismu.. mendapat perhatian darimu.. segala hal kecil yang kau lakukan selalu istimewa di mataku.. Tuhan, jaga dia disetiap hembus nafasnya.. i love you more than anything and i'll do anything for you.. :*

Menerawang, Melewati Ruang..

Gambar
menerawang, melewati ruang.. apapun masalah yang terjadi, akan selalu mendewasakan pribadimu .. teman silih berganti, keluarga tempat kembali.. suka duka, tangisan dan candaan dengan teman.. adalah hal biasa yang terjadi.. kemarin menjadikan kau seperti hari ini.. lepaskan resah, karena masih ada bahagia walaupun hanya setitik.. tak peduli apa yang mereka katakan, kau harus selalu menjadi seperti kau seutuhnya.. dunia ini tak pernah berhenti apalagi kembali.. tidak akan.. lalu, apa lagi yang kau tunggu? jangan terlalu lama berdiam dan hanya menunggu.. atau kau akan kehilangan segalanya.. aku berdiri diatas apa yang aku yakini, lalu kau? jangan takut, kau tak sendiri.. aku mungkin tak akan dapat selamanya bersamamu, menggenggam erat tanganmu.. tapi lihatlah, bahkan mentari selalu tepat waktu memberikan kekuatan melalui sinarnya setiap hari.. langit tak pernah meninggalkanmu, walau seringkali kau tak pernah melihatnya.. lupakan egomu walau hanya sedetik, maka dunia aka...

Kamu

Gambar
Bagiku kamu ada Melengkapi yang tak lengkap Menggenapi yang ganjil Bagiku kamu nyata Mewarnai hari-hari yang kelam Menghiasi hidup yang kerapkali sunyi senyap Bagiku kamu itu.. Ya kamu Kamu yang telah Melengkapi, menggenapi, mewarnai juga menghiasi Terimakasih.. Kamu

Aku Tak Tau

Aku tak tau kata apa yang akan terucap Dari sudut-sudut pemikiranku Yang ingin sekali ku ungkapkan Aku tak tau hal apa yang akan terjadi Dari hati kecil putihku Yang ingin sekali ku realisasikan Kini, hanya ada rindu dan kamu dalam ingatan Celoteh, senda gurau, dan hal bodoh yang selalu kamu lakukan Aku tak berharap bintang malam menyampaikan salam hangatku untuk kamu yang entah dimana Namun ijinkan aku menyanyi lagu tidur sejenak Sebagai pengantar rindu yang tulus ku lakukan dari kejauhan Dan memepercepat perjalanan lelapku di kesunyian malam

Entah..

Gambar
Sedang ingin meracau tapi entah tentang apa.. Hanya ingin berbicara tanpa makna.. Sepi, lengang.. Beginilah keadaan malam yang selalu aku dapati.. Hanya ada suara hembusan kipas angin disudut sebelah kiri.. Suara manusia lainnya? sudah tidak ada.. Ingin berteriak.. tapi tak mungkin ku lakukan.. Kenapa? Otakku masih waras untuk melakukan hal gila.. Tersungkur tidur dikasur empuk kesayangan.. Dan memeluk bantal yang tak pernah ketinggalan.. Tidur.. ini sudah malam..