Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sudut Pandang

Kehilangan Diri Sendiri

Gambar
Hello 2024, it’s sooooo late rite. I haven't written in a long time, I'm too busy in real life or that's just my excuse? Hehe. Gila sih, kesibukan yang membuat gue cape bahkan bikin gue gak punya tenaga buat sekedar menulis sesuatu yang dulu adalah sebagai “obat pelepas penat” gue. Yup, gue baru tau setelah dewasa bahwa aslinya gue introvert, sehingga gue lebih nyaman memendam perasaan gue sendiri ketika gue tidak menemukan tempat aman dan nyaman. Gue merasa lega ketika gue menulis tentang apa yang gue rasakan dan pikirkan. Tapiiii, 2 tahun ke belakang setelah gue terjun ke dunia kerja baru yang menguras fisik juga mental ternyata gue gak bisa. Gue merasa bahwa saking sibuk dan capeknya, gue kehilangan diri gue, kehilangan hobi gue, atau bahkan dunia gue, yakni menulis. Mungkin orang lain akan mengira berlebihan, jika gue menyebut menulis adalah dunia gue. Tapi gue pernah punya mimpi mempunyai buku sendiri kok. Gue selalu merasa “pulang” ketika gue ke perpustakaan, toko buk...

Keputusan

Gambar
Hampir 2 minggu gue melewati tahun 2021 dan puji syukur masih diberi kehidupan yang seperti biasanya. Seminggu belakangan gue memikirkan keputusan-keputusan yang mungkin sebagian besar akan mengubah jalan kehidupan gue "tidak" seperti biasanya. Tentu keputusan ini sudah dipikirkan berkali-kali dan dengan kesadaran penuh. Keputusan yang menguras segala macam emosi yang ada di dalam diri gue, terutama rasa sedih. Kesedihan ini sudah pasti akan gue rasakan, cepat atau lambat. Dan nekatnya gue mengambil keputusan mempercepat rasa sedih itu datang. Gue tau, beberapa keputusan dalam hidup tidaklah selalu tentang keberhasilan. Namanya juga manusia yang hanya bisa berencana, gue menjalani tugas gue sebagaimana manusia seharusnya. Yang terpenting, gue mengambil langkah ini dengan niat "yang menurut gue dan orang-orang yang mengerti gue" adalah baik. Bodoh namanya jika gue memilih mengambil jalan yang sudah jelas-jelas buruk. Tapi, kembali lagi dengan segala keterbatasan yang...

27

Gambar
  Ketika menulis ini, secara resmi gue menginjak usia 27 tahun. Selamat ulang tahun! Seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak ada perayaan dan tidak ada perasaan berbeda. Yang ada, gue mendapati kado tak terlupakan seumur hidup gue. Hebatnya, kado ini merupakan sapaan langsung dari Tuhan kepada gue. Dengan memberikan "sedikit" tragedi di pagi yang cerah tepat di hari ulang tahun gue. Ketika tragedi itu terjadi (a.k.a kecelakaan motor yang menyebabkan luka ringan di tubuh dan sepeda motor yang gue kendarai), gue merasa sedih. Bahkan bisa dibilang sangat sedih dan kecewa. Pertanyaan "kenapa?" kemudian mendadak bearanak pinak. "Kenapa kecelakaan ini harus terjadi pada gue?" "Kenapa kecelakaan ini terjadi tepat di ulang tahun ke-27 gue?" "Kenapa kecelakaan ini menghambat, bahkan membatalkan niat baik gue bertemu keluarga di rumah?" "Kenapa kecelakaan ini terjadi saat gue benar-benar dalam posisi tidak ada uang simpanan?" "Kenapa...

2020 Adalah Tahun Paling...

Gambar
  Belum genap 1 tahun di 2020, tapi rasanya perasaan terlalu sering dicampur aduk. Tapi sayangnya, lebih banyak rasa duka yang terjadi di tahun ini. Covid-19 menghancurkan semua rencana-rencana dan harapan baik. Bukan hanya itu, Covid-19 sekarang terasa lebih dekat karena sudah mengambil salah satu teman gue di tempat kerja.  Baru kemarin gue mendapat kabar salah satu teman ini sedang kritis, kemudian semalam ramai di grup kalau teman gue ini meninggal. Penyakit bawaan diabetes yang memperparah kondisi tubuhnya, tapi ini terlalu cepat. Gue tidak bisa menjabarkan bagaimana perasaan gue saat ini. Kabar duka ini terlalu bertubi-tubi, tapi yang pasti gue seperti menjadi batu sesaat tidak bisa menangis atas kabar duka tersebut. Order jahitan bapak dan ibu yang sepi karena Covid, cerita beberapa teman yang harus PHK dari tempat kerja, kelabilan perasaan gue terhadap seseorang dan tragedi lainnya Tahun 2020 memberi banyak pelajaran tentang kehilangan dan keikhlasan. Lebih tepatnya di...

Bekerja di Perusahaan Asing

Gambar
Sebetulnya ini adalah keresahan yang sudah lama gue rasakan. Keresahan sebagai pengendara motor yang tidak konsisten mengisi bensin di pombensin mana saja. Gue sudah cukup lama dan sering mengamati ini. Ketika gue mengisi bensin di Pertamina (which is merk Indonesia) dibandingkan gue mengisi bensin di Shell ataupun Total (yang mana kedua pom tersebut milik asing).

Semua Orang Berjuang di Hidupnya Masing-masing

Gambar
pic by : Google Di pagi yang cerah dan kemacetan ibukota seperti biasanya, gue bergegas pergi ke kantor. Sebenarnya kejadian ini sudah berlalu hampir seminggu yang lalu, tapi gue merasa harus menuliskan pengalaman ini, di blog ini. Di salah satu perempatan lampu merah jalan menuju kantor, ada satu angkot yang berhenti di tempat yang tidak seharusnya dan agak mengganggu laju sebuah mobil. Pengendara motor di depan gue berteriak menyuruh supir angkot untuk segera maju agar si mobil itu bisa lewat dan tidak menyebabkan kemacetan, walau sebetulnya pada saat itu jalanan tidak begitu macet. Kemudian supir angkot yang diteriaki kemudian meneriaki balik pengendara motor di depan gue.

#DiRumahAja Karena Covid-19

Gambar
Ngga pernah terbersit dalam benak gue bisa ada di kondisi seperti sekarang. Sendirian, himbauan untuk #DiRumahAja dan #SocialDistancing menjadi alasan setiap orang harus punya alasan buat keluar rumah. Virus yang bermula dari Kota China khususnya Wuhan, sekarang sudah sampe di Indonesia. Sampai saat ini, ratusan orang yang terpapar, puluhan yang meninggal dunia dan belasan pasien yang sembuh.

Pernikahan Itu..

Gambar
Suatu siang terjadi percakapan antara gue dan nyokap. Kurang lebih seperti ini : "Ma, ini peyek kacang banyak banget sih. Udah tau pada sukanya peyek ikan teri." Kata gue menggerutu memulai percakapan. "Ya itu Bapak yang beli, kebiasaan deh kalo beli apa-apa tuh suka nggak pake kira-kira. Akhirnya mubazir. Sering banget kaya gitu." Kata nyokap menimpali gerutuan gue. Kami terdiam sebentar, untuk kemudian nyokap menyambung percakapan yang ada hubungannya dengan percakapan sebelumnya tapi terlalu menohok buat gue.  "Nah kaya gitu yang namanya pernikahan, kalo nyari yang 100% cocok nggak bakalan ketemu sampe kapanpun. Sama halnya kaya Mama sama Bapak yang sering nggak sepaham. Saling menggerutu kekurangan masing-masing tapi ya mau gimana lagi selain menerima."

The Most F Question In This Year

Gambar
  The Most F*cking Question In This Year, ups sorry.. Entah kenapa sepagi ini selama perjalanan ke kantor, gue merasa harus menuliskan unek-unek di blog ini. Rasanya terlalu muak dan sebel aja gitu. Haha. In my quarter life , elo pasti tau pertanyaan apa yang mengusik hidup gue kan? Yup, pertanyaan "kapan?" . Satu kata yang seringnya mengubah mood gue beberapa saat setelah pertanyaan itu dilontarkan. Gue nggak ngerti niat orang tersebut benar-benar peduli atau sekedar meledek karena dia sudah menikah dan lebih dulu memiliki kehidupan yang terasa "lengkap". Asli, gue nggak ngerti. Dan parahnya lagi, ketika satu pertanyaan itu dilontarkan selalu ada kalimat pelengkap yang membuat gue pengen ketawa sekeras-kerasnya.  "Terlalu pilih-pilih sih." Oh For God's Sake! She or He don't even know about me, guys. Because what? Because that moment it's my first time I met to her or him. Common sense aja gitu loh, elo nggak tau gue tap...

Sisi Lain Dibalik Media Sosial

Gambar
Kemarin sampai hari ini publik masih dikagetkan dengan berita perceraian salah satu pasangan artis ibukota. Netizen "maha tahu" berlomba-lomba mengemukakan pendapatnya, menduga-duga siapa yang salah siapa yang benar, berspekulasi ini dan itu seolah merasa paling tahu seluruh kehidupan idolanya hanya dengan melihat media sosial. Jujur, gue juga salah satu orang yang sempat tidak menyangka kabar tersebut. Karena jika dilihat dari keharmonisan yang terlihat di televisi, kekompakan yang selalu dipamerkan, juga karunia seorang anak yang lucu membuat gue tidak pernah sedikitpun berfikir mereka akan melewati fase ini, cerai. Bagi sebagian orang, perceraian adalah kegagalan terbesar dalam hidup dan orang itu akan berdosa jika sampai mengalaminya. Tapi, bagi sebagian yang lainnya. Perceraian mungkin satu-satunya jalan keluar terbaik. Dan walaupun sudah bercerai seseorang akan tetap berhubungan baik dan bertanggung jawab kepada anak-anaknya. Dan sekali lagi, tidak semua ...

Quarter Life Crisis

Gambar
Gue kira istilah Quarter Life Crisis sudah diketahui banyak orang, tapi ternyata tidak. Beberapa teman yang gue ajak bicara tentang kegalauan gue di hari ulang tahun ke-25 yang merupakan salah satu tanda Quarter Life Crisis , mereka bertanya balik "apa itu Quarter Life Crisis? ". Sebelum gue jauh membahas apa itu Quarter Life Crisis , berikut pengertian yang gue kutip dari Wikipedia :  In popular phsycology a  quarter-life crisis  is a crisis "involving anxiety over the direction and quality of one's life" which is most commonly experienced in a period ranging from a person's twenties up to their mid-thirties   (although it can begin as early as 18).   It is defined by clinical psychologist Alex Fowke as “a period of insecurity, doubt and disappointment surrounding your career, relationships and financial situation". Singkatnya, masa-masa krisis yang dialami oleh orang yang berusia 25-an. And today it's my day.   Merasa bahwa h...

Mendung Beberapa Hari Ini

Gambar
Senin, 29 Oktober 2018 Senin lusa udara pagi kota Jakarta dingin tidak seperti biasanya, maklum karena memasuki musim penghujan. Beberapa hari terakhir memang hampir setiap malam hujan, kecil maupun besar. Walaupun cuaca membuat ingin berleyeh-leyeh tapi gue selalu menyukai cuaca seperti ini, mendung dan dingin. Untuk kemudian, gue berangkat kerja seperti biasanya. Meski harus terjebak macet di Senin pagi, gue tidak merasa kesal sedikitpun karena cuaca yang gue suka. Setibanya di kantor pun tidak ada hal berarti yg membuat gue kesal dengan awal pekan yang hectic . Namun lancarnya hari Senin terusik karena berita kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 di Tanjung Karawang. Baru kali ini gue merasakan duka yang amat sangat mendengar kecelakaan pesawat. Entah karena dua bulan terakhir gue sering bepergian dengan pesawat dan tidak berapa lama lagi gue akan kembali pergi dengan pesawat, entahlah. Yang gue tau, riuh ramai acara sepulang kantor dengan jadwal perlombaa...

Pertanyaan Yang Tidak Perlu Ditanyakan

Gambar
Maksudnya apa ya pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan? bukannya karena dia namanya pertanyaan jadi memang harus ditanyakan? Haha. Jadi gini, kemarin gue membuat snapgram yang isi captionnya: Sering ditanya "kapan?" dan "kenapa" membuat gue belajar ; bahwa hati dan perasaan orang gada yang tau (selain Yang Maha Tau). Gak semua pertanyaan harus ditanyakan, cukup mendoakan bila memang benar-benar peduli. Dan ternyata ada beberapa teman yang menyetujui pendapat gue tersebut. Bisa karena pertanyaan yang sama dengan gue atau pertanyaan apapun, yang menurut gue tidak perlu ditanyakan. Mungkin bagi sebagian orang untuk berada di titik yang sekarang adalah hal mudah. Lulus sekolah, berkarir, berkeluarga, dst. Tapi, apakah semua orang memiliki cerita yang sama juga? Jawabannya bagi gue adalah tidak. Ya. I must struggle till now . Pendidikan, pekerjaan, hubungan, atau apapun yang dapat gue bandingkan tidak semulus milik orang lain. But there's no reason fo...

Hidup Itu Jalan-jalan

Gambar
"Pulang jam berapa?" "Jam segini kok belum pulang?" "Lagi dimana?" Rasanya aneh ada yang tanya begini seminggu terakhir. Yup, it's my younger sister. Seriously it's so weird for me. Apalagi sampai dia peluk gue karena gue pulang malem setelah ada acara selepas jam kantor. Suddenly I wanna cry at that moment! Lima tahun merantau di Jakarta dan memang banyak momen bersama keluarga yang terlewatkan. Meskipun tinggal bareng kakak, tapi yaa beda rasanya dengan satu keluarga serumah. Dan ini gue alami sejak kecil.  Entah itu Bapak yang kerja di Jakarta (di rumah cuma gue, teteh, mama, kakek, nenek). Setelah Bapak kerja di rumah, teteh SMP di Karawang (di rumah cuma gue, mama, bapak, nenek, kakek). Habis itu teteh lanjut SMA di Cirebon, dan gue ikutan lanjut SMP di Cirebon (di rumah cuma mama, bapak, nenek, kakek) Gue lanjut SMA di rumah, teteh kerja di Jakarta (di rumah cuma gue, adek, mama, bapak, nenek, kakek). Lulus SMA, gu...

Tulisan di Akhir Tahun

Gambar
Di penghujung Desember 2017 membuat gue mengingat kembali hal apa saja yang terjadi di tahun ini. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya tidak banyak hal istimewa terjadi di tahun ini, tapi ada beberapa hal baru yang membuat gue selalu bersyukur akan kehidupan yang sudah Allah beri. Start from my very first flight experience, till tried again my old hobby (Naik Gunung). Setiap perjalanan selalu membuat gue merasakan hal yang berbeda tentunya. Bahagia dan lelah adalah hal yang bersifat kontradiktif namun selalu dirasakan ketika dalam atau setelah perjalanan.  Hal itu membuat gue selalu sadar dan menjejak bumi, tidak berani untuk menyombongkan apapun karena memang tidak ada hal yang patut disombongkan dari apa yang gue punya.  Bagaimana tahun depan? masih sama. Namun memang ada beberapa keinginan di tahun depan yang membuat gue berharap semesta turut mengaminkan. Semoga Allah mempermudah niat-niat baik yang selalu gue panjatkan dalam doa yang dibiarkan melangit, menget...

Kenapa Harus Hidup Membenci?

Gambar
Kenapa harus hidup membenci? Kenapa harus melelahkan diri sendiri dengan perasaan yang pada dasarnya tidak membuat nyaman? Kenapa harus membenci kepada orang yang bahkan kita tidak kenal? Kenapa? Pertanyaan diatas merupakan pertanyaan yang akhir-akhir ini terlintas di kepala gue. Asli gue bingung, apa motivasi orang buat membenci orang yang bahkan "tegur sapa" pun belum pernah? Hanya karena dia pernah mendengar hal tentang orang tersebut dari orang lain a.k.a "katanya". Contoh mudahnya seperti membenci selebriti. Well , kita bisa tau semua kegiatan seleb tersebut di berbagai media. Tapi apakah berhak kita men judge bahkan membenci seleb tersebut apalagi sampai meninggalkan komentar yang menyakiti hati di postingan dia? Menurut logika gue terlalu lucu sih. Oke, nggak sampai meninggalkan komentar dipostingannya tapi menyebarkan sifat-sifat buruk yang "diberitahu orang" tentang orang tersebut. I believe if there's no perfect ...

Cerita Tentang Lipstick

Gambar
Aloha. "Gue itu selain nggak suka pake make up, karena emang ngerasa sayang aja sih belinya." Aas, 23 tahun. Pekerja kantoran. Lebih suka beli buku. Ini pertama kalinya gue beli lipstick. Setelah gue inget-inget sih begitu. Soalnya dari jaman SMA gue selalu dikasih kakak gue. Dan itupun lipbalm (Nivea atau The Body Shop) atau lipice (Ponds). Gue pernah dapet lipstick PAC warna Nude karena abis ikutan Beauty Class di kantor, pernah 2 kali dikasih lipstick arab dari 2 orang yang berbeda dan ketika booming liptint gue dapet gratis dari temen gue disuruh promo akun dia (padahal followers gue dikit wqwq). Dan terakhir gue dikasih Lip Matte Wardah (dan gue nggak cocok pake matte, bibir gue jadi kering banget). Nah kan? Kayaknya beneran gue nggak pernah beli. FYI, kalo ada nominasi pemakai lipstick/lipice/lipbalm paling lama bisa jadi gue pemenangnya. Karena emang lipice atau lipbalm gue butuh waktu bertahun-tahun buat abis. LOL. So back in my topic, the first ti...

Jangan Menyisakan Banyak Ruang Untuk Kecewa

Gambar
"Kalo kamu sedih ya wajar, namanya juga manusia. Hidup kan gak bahagia terus. Kadang kita lebih baik gak tau apa-apa biar gak kecewa. Tapi salah juga sih, kecewa itu ada karena kita menyisakan ruang untuk kecewa "terlalu banyak". Hati kita itu ibarat tempat makan yang ada sekat-sekat buat naruh macam-macam makanan. Seperti makanan, perasaan juga gak cuma satu rasa aja kan? Ada banyak macam. Bahagia, sedih, kecewa, marah, sayang dan lain2. Dan itu terserah kita mau naruh perasaan mana yang lebih banyak porsinya. Kita itu punya power buat mengendalikan hati kita sendiri. Dan juga perlu logika buat menyeimbangkannya." *** Itu caption yang ditulis beberapa hari lalu disalah satu akun media sosial gue. Iya gue tau, itu lebih mirip narasi daripada caption karena terlalu panjang, kan? Haha 😅 Mau sedikit cerita aja sih pengalaman perihal kecewa. Asik. Lah kok asik. Dimulai dari mana ya? Hmm, oh iya dari 2 agenda minggu ini aja yang failed . Jadi cer...

Renungan Selama Perjalanan

Gambar
10.10 pm dan gue sedang dalam perjalanan ke Kota kelahiran Desy Ratnasari. Gue bukan mau ketemu teh Desy, bukan. Tapi ada urusan kerjaan besok sampe lusa. Dan selalu ada banyak hal yang terlintas dalam pikiran ketika sedang dalam perjalanan. Akhir-akhir ini, selain media sosial gue yang mulai sepi update . Gue juga mulai tidak memperdulikan kehidupan orang lain a.k.a nyinyirin yang kaya sekarang orang-orang jadiin hobi. Berawal dari kesukaan gue menyimak salah satu YouTuber dan Selebgram Indonesia yang tinggal di Jerman. Dia salah satu panutanque (kekinian ngets wq) yang membuat gue berpikir positif (entah tentang body positivity atau kehidupan sehari-hari lainnya), dan menerapkan prinsip orang Jerman yang nggak suka ikut campur urusan orang yang tidak berfaedah. Maksudnya, di Jerman sana orang-orang tuh gak kepo-an, mereka akan cuek dengan hal-hal yang terjadi di jalanan tapi mereka akan dengan cepat membantu orang lain jika butuh bantuan. Melalui dia, pikiran gue lebih t...

Butuh Pengakuan?

Gambar
Perjalanan menuju kota Dilan (red; Bdg) yang sangat mendadak ini membuat gue berpikir sepanjang jalan (karena ngerasa nggak enak sama yang lain kalo gue tidur haha) Tiba-tiba keinget sama percakapan tadi siang, antara gue dan rekan kantor yang bisa dibilang bos (meski beda tim). Btw, si bapak ini suka iseng, kalo lg nyamperin tempat gue suka ngajakin ngobrol gue apa aja  Pekerjaan yang mengharuskan gue membuka media sosial setiap hari terkadang membosankan. Oke, gue memang suka main instagram dan medsos lainnya (tapi yg biasa2 aja gitu gak mesti Corporate banget huft), semakin kesini gue semakin kehilangan selera untuk upload ataupun sharing di Path. FYI, sudah beberapa bulan gue mulai vakum dari dunia per-Path-an even sampe gue uninstall. (Selain menuhin memori internal hp gue yg kecil, gue juga udah mulai bosen haha). Dan ternyata ketika kita membahas hal itu, gue dan beliau satu pemikiran. There's same question in our mind "Gue upload ini buat apa ya?"...