Postingan

Jarak Ini

Gambar
Jarak ini membatasiku dari kamu, membatasi kita. Membatasi pandanganku terhadapmu. Namun doaku untukmu tidak berbatas. Sesekali aku sengaja tidak menguhubungimu terlebih dahulu. Bukan karena aku tidak rindu. Hanya saja aku memberimu ruang untuk merindukanku. Benar saja kan? Kamu ternyata merindukanku dalam diam. Namun bukan sapaan rindu ketika kamu menghubungiku, malah kecurigaan terhadapku kamu tuduhkan. Kamu ini pura-pura bodoh atau memang benar bodoh? Apa lagi yang aku cari dari orang lain, ketika denganmu saja aku mengabaikan seluruh dunia. Lalu, apa mungkin aku mencari penggantimu ketika alasan senyumku adalah kamu.

Tak Peduli Sejauh Apa

Gambar
Pagi ini aku mengirimkan pesan singkat pada mama. Isinya memberitahukan bahwa masa magang di tempatku bekerja sekarang, berakhir sampai akhir bulan Februari.  Fyuh~ Antara lega dan bingung. Lega, karena akhirnya ada kejelasan tentang masa magangku yang sebelumnya tidak tau sampai kapan. Bingung, karena aku belum mendapat pekerjaan baru lagi. Masa magang ditempat ini ternyata sampai enam bulan. Berbeda dengan kantor sebelah yang hanya tiga bulan saja.  Beside that ,  rasa legaku dilengkapi dengan rasa senang yang selama ini tidak bisa terwujud. Apa lagi kalau bukan pulang ke rumah? Yipeeeeee~ Aku memang baru dua bulan yang lalu pulang ke rumah, tapi entah kenapa akhir-akhir ini mama sering melow. Beberapa kali meminta aku dan kakakku pulang. Bukan secara frontal memang, tapi dengan kode lewat pesan singkat yang dikirimkan kepadaku.  Contohnya seperti ini ~> " mama lagi makan jamur, jadi pengen makan bareng sama kalian ." Aku dan kakakku mema...

Dia, Salah Satu Alasan

Gambar
Malam ini harus tidur tanpa dia lagi, setelah dua malam menghabiskan waktu dengan bahagianya. Menatap lembut wajah lucunya. Sesekali tertawa jengkel karena kejailannya. Sekarang tidak ada lagi yang tersisa. Tawa, canda, tingkah jenakanya yang membuatku seakan lupa dengan masalah yang ada. Perlahan aku mengumpulkan semangat yang tersisa. Melangkah gontai dengan tenaga seadanya. Jauh sebelum kehadirannya, aku tak pernah tau bagaimana rasanya menjadi dewasa. Menimbang langkah dengan seksama. Berhati-hati dalam berbicara. Agar tak ada hal buruk yang aku wariskan padanya. Dia, salah satu alasan mengapa aku tetap ceria.

Ujian Pertemanan

Gambar
Hari ini bener-bener full-feeling banget. Mulai dari deg-degan, seneng, panik, cemas, khawatir, capek, kecewa, malu, dan perasaan lainnya yang campur aduk jadi satu. Pertama, gue bersyukur hari Sabtu ini masih dikasih kesempatan buat terus nyari ilmu disaat orang lain sibuk sama kegiatan santainya di weekend yang cerah ini. *menghiburdiri* Kedua, gue bersyukur buat ujian lisan yang ternyata nggak semenakutkan yang gue bayangkan selama ini. Gue sempet cemas aja mau ujian lisan sama "dosen" yang satu ini, gara-gara cerita dari mulut ke mulut yang katanya menegangkan. Sampe-sampe ada salah satu mahasiswa yang nangis pas ujian. Entahlah penyebabnya apa, tapi ternyata.. Setelah gue merasakan sendiri ujian sama bapak ini nggak ada masalah kok. Heu~ sumbernya nggak valid. Ketiga, gue bersyukur dapet ujian pertemanan macam hari ini. Nah, soal ujian pertemenan itu berawal dari rencana beberapa temen yang mau main ke rumah gue (read; kosan). Setelah selesai ujian, kita langs...

Entahlah..

Gambar
Menurut prakiraan cuaca, Jakarta seharian akan diguyur hujan. Aku tidak keberatan sama sekali, malah yang ada aku senang. Karena jas hujan yang sudah kubeli terpakai juga. Hehe. Begitulah seharusnya hidup. Tidak perlu ribet dan berpikir macam-macam. Kita hanya perlu melihat dengan cara pandang yang lain. Dengan begitu tidak ada masalah untuk terus berjalan kedepan. Aku nekat pergi ke kantor menggunakan motor karena jika dengan angkutan umum sangat membuang waktuku. Bukan hanya dua kali lipat, bahkan berkali-kali lipat dari waktu tempuh sebenarnya. Dan aku tidak sesabar itu untuk menikmati perjalanan panjang dengan angkutan umum. Terlebih, pasti ada beberapa daerah banjir sampai proyek pembangunan fly over yang menyebabkan kemacetan. Biarlah aku sedikit basah dan berkejar-kejaran dengan motor lain sambil sesekali terkena cipratan genangan air, asal aku bisa sampai lebih cepat. Sekarang sudah waktunya jam makan siang dan aku masih berada dimeja kerjaku. Cuaca seperti ini ...

Reading Challenge 2015

Gambar
Udara dingin dari pendingin ruangan yang baru dinyalakan membangunkanku malam ini. Tidak salah lagi, tanda bahwa kakakku bergegas untuk tidur setelah menyelesaikan nonton -apa saja- disalah satu web nonton gratis. Tepat jam dua pagi aku bangun dan merasakan lapar yang luar biasa. Loh, sebenarnya aku bangun karena kedinginan atau kelaparan? Mungkin dua-duanya! Huft. Kupaksakan untuk tidur, tapi susah. Bagaimana bisa tidur? kalau cacing dalam perutku demo besar-besaran seperti rakyat "tak jelas" waktu itu di gedung KPK ( Menteri Tedjo loh.. yang bilang rakyat "tak jelas", aku juga ikut tersinggung meski tidak ikut demo ). Hehe. Ah sudahlah, gara-gara lapar aku jadi melantur. Kalau aku harus membahas tentang KPK malam ini, rasanya tidak akan selesai sampai besok pagi. Lagipula, pembahasan itu terlalu berat untuk orang yang sedang kelaparan. Hiks. Akhirnya aku paksakan untuk beranjak dari tempat tidurku, mencari sesuatu yang bisa dimakan. Pergi ke ruanga...

Rindu Itu Mungkin Sama

Gambar
Rindu itu mungkin sama. Hanya saja, sikap kita yang membuatnya berbeda. Aku mengabarimu setiap saat, menanyakan kabarmu disana, menanyakan apa saja kegiatan yang kau lakukan dan sebagainya dan sebagainya. Tapi kamu, mengirim pesan pendek saja hanya bila aku yang lebih dulu memulainya. Menelepon sesekali, itupun aku yang meminta. Kamu menganggap bahwa hubungan kita akan baik-baik saja walau hanya sesekali menyapa. Sedangkan aku mengeluarkan seluruh effort untuk sebisa mungkin menjaga komunikasi denganmu setiap waktu. Takut, bila ada seseorang yang berada dekat dengan lingkaranmu. Dan itu bukan aku. Rindu itu mungkin sama. Menari-nari dalam hati kita yang beberapa waktu terakhir lebih banyak berdiam diri dan menyendiri. Mengingat momen-momen kebersamaan kita yang biasa saja namun istimewa. Kau berhasil membawa sebagian kebahagiaanku bersamamu. Sehingga ketika aku disini mencoba pergi ke tempat yang menyenangkan, rasanya tidak pernah lengkap karena ketiadaanmu. Bagaimana...

Selamat Pagi.

Gambar
Selamat pagi. Apa kabar harimu? Ku harap baik-baik saja. Sesekali aku ingin menyapamu dalam diam. Menunggumu menyapaku lebih dulu adalah salah satu kemustahilan. Bila memang sampai terjadi, rasanya aku harus mendaftarkannya menjadi salah satu keajaiban dunia yang langka. Ketika aku merindukanmu, aku sering menjadi si pengeluh yang hebat -si pengeluh yang hebat adalah julukanku kepadamu- Aku mengeluh dan meratapi betapa tersiksanya aku sendiri tanpa kehadiranmu disini, bersisian duduk disampingku, menyela omonganku yang mirip ibu-ibu. Kadang aku merindukan segala macam hal yang menyebalkan darimu. Meledekku sigendut, sibawel, sicengeng atau apapun itu. Kau memang tidak setampan pangeran dalam cerita dongeng atau seterkenal pangeran Inggris Raya. Kau hanya lelaki biasa dengan ke-apa-adaan disetiap rasa. Tapi celotehan tidak pentingmu yang membuatku tertawa. Dan saat ini, aku hanya butuh itu. Aku berharap bahwa Tuhan benar-benar menciptakan kendaraan semacam elang raksa...

Liebster Award Lagi

Gambar
Horeee dapet Liebster Award lagi #ciegitu Makasih yaa  Dika Noviyanti  yang udah mau ngundang gue. Berhubung gue juga lagi pengen nulis tapi enggak tau mau nulis apa, jadi dengan senang hati gue bakal mengisi hari Sabtu yang mendung nan indah ini dengan memenuhi undangan Liebster Award. Peraturan masih sama, 11 fakta tentang kita, 11 pertanyaan yang harus dijawab, 11 pertanyaan yang akan diajukan dan 11 orang yang akan diundang. Oke karena waktu gue terbatas (mau ngerjain laporan KKL) jadi gue langsung mulai yaa. For your information, nulis di entry blog lebih lancar daripada di entry word loh -_- 11 Fakta tentang  @aasnuraisiyah 1. Suka koleksi buku, belum selesai baca yang ini udah beli yang itu. Sampai numpuk dan akhirnya tahun 2015 ini gue janji buat nyelesein baca buku-buku yang udah bertumpuk-tumpuk  2. Gue kaya  @DikaNoviyanti  suka banget sama Detective Conan. Anehnya, gue suka senyum-senyum sendiri liat koleksi Conan 1-81 di rum...