Postingan

Untuk Perempuan

Gambar
Untuk perempuan yang berada didalam cermin. Terlepas dari siapa yang pernah datang dan pergi. Harusnya kamu sadar bahwa kamu tidak mempunyai keistimewaan apapun untuk menahan seseorang agar terus bersama. Setidaknya kamu paham, bahwa menjadi baik adalah sebuah keharusan. Apapun alasannya, apapun kejadiannya. Menjadi baik adalah balasan yang paling hebat untuk orang yang menyakitimu  Semoga kebaikanmu memepertemukanmu dengan seseorang yang baik pula. Jakarta, 1 September 2016

Datang dan Pergi

Gambar
Akan ada orang yang datang dan pergi dalam hidup kita. Untuk kesekian kali kepergian seseorang digantikan dengan orang yang baru. Dan begitu seterusnya. Lama atau sebentar adalah hal yang relatif tergantung apa dan bagaimana kita menyikapinya. Hidup ini tentang melepaskan dan merelakan. Tentang menjaga dan menghargai. Seseorang yang pergi bisa jadi karena untuk kebaikan hidupnya. Kita tidak perlu sedih. Toh jika kita menyadari, ada banyak orang yang telah kita tinggalkan demi mencari kebahagiaan dalam hidup kita. Hanya saja kita tidak pernah sadar. Sebagai orang yang ditinggalkan, coba menjadi orang yang meninggalkan. Coba pergi dengan ikhlas. Hingga tidak perlu meratap betapa menyakitkannya berada jauh di belakang punggung seseorang. Jakarta, 11 April 2016

#KataHati

Gambar
Karena kita tidak punya jaminan untuk menahan seseorang agar tetap disisi, maka ikhlaskanlah apapun yang akan terjadi. Karena yang serius tidak akan pernah pergi. Jakarta, 11 Juni 2016.

Semua Akan Lulus Pada Waktunya

Gambar
Seperti film yang pasti akan ada kata tamat, dan buku yang juga pasti selalu ada halaman terakhir. Begitu pun dengan kuliah. Yups, H+3 wisuda dan gue masih merasakan euforianya. Bahagianya gak kelar-kelar meeen. Nggak tau harus bersyukur dengan cara apa dan ketawa selebar apa buat menggambarkan kebahagiaan gue saat ini. Kalo boleh curhat sedikit, eh banyak juga gapapa ding. Kan blog gue. Haha. Jadi harusnya gue lulus tahun kemarin. For everyone that asking to me what the tittle that I received. Amd.Ikom adalah gelar dibelakang nama gue sekarang. Jadi gini. Gue lulus Sekolah Menengah Atas tahun 2012. Dan ketika itu gue gagal dua kali masuk PTN melalui jalur undangan maupun tertulis. Emang sih dulu gue terlalu ngotot buat masuk PTN tanpa sadar otak gue yang pas-pasan ini. Heu~ Karena satu dan lain hal, tadinya gue memutuskan buat nggak "maksain" lanjut kuliah tahun itu. Dan dengan ketidaktahuan dan ketidakpunyaan pengalaman, gue stay di Jakarta dan jadi Jobseeker. ...

Racauan Sore Hari

Di usia yang sudah berkepala dua ini, sudah banyak hal yang telah kulalui. Memang bukan hal-hal besar seperti kisah penemu-penemu hebat atau orang-orang besar lainnya. Tapi lebih dari cukup mendewasakanku. Aku sudah pernah mengalami penolakan berkali-kali, bahkan jatuh bangun tentang hati. Dari berbagai pengalaman yang memiliki rasa bervariasi. Tentu sedih dan bahagia adalah rasa yang paling sering silih berganti. Karena sering itulah, rasanya hati ini semakin pintar mengolah diri.

Sherlock Violin Medley

https://youtu.be/JLr7cGSgoRg

Gue Harus Berubah

Tadi, jam makan siang seperti biasa gue makan siang. Yaiyalaaah sist, kalo malem namanya makan malem. Hih~ Selalu ada cerita ketika perempuan saling bertemu. Mulai dari masalah kerjaan sampe merembet masalah pasangan. Selalu. Kita para cewe-cewe selalu punya pandangan yang sama tentang cowo. Yaiyalah. Dimana-mana setiap orang akan membela habis-habisan kaumnya. Dan setelah ngalor ngidul cerita panjang lembar sampe ketawa ngakak diruangan. Sampailah pada kisah percintaan gue. Azek. Hmm, gapenting sih. Jadi gue gabakal bahas itu. Loh? Terus ngapain lo ngomong cuy *depancermin* Intinya adalah ketika gue nanya ke temen gue "apa yang kurang dari gue sehingga gue selalu jadi korban ditinggalkan". Ih, kesannya gue tokoh protagonis gitu yah kalo di film? Haha bodo~ Dan kemudian jawaban dia cuma satu. Introspeksi diri. Yups. Introspeksi diri. Kata dia, gue mesti sedikit mengubah sifat ke-bocahan gue. (Dan ketika gue ketawa-tawa denger saran itu, ada salah satu temen cowo yan...

Tulisan Adalah Ide

Gambar
Bagi saya, tulisan adalah ide, ide adalah hasil karya. Dan hasil karya tentu patut untuk diapresiasi. Mencantumkan nama si penulis atau sumber merupakan cara kita menghargai hasil karya orang lain. Sesingkat apapun itu. Itulah alasan saya selalu mencantumkan sumber tulisan disetiap postingan saya karena saya menghargai hasil karya orang tersebut. Dari beberapa postingan yang tidak terdapat nama berarti itu memang hasil karya saya, ide saya. Kalau sesekali saya mencantumkan "unknown" itu berarti saya tidak tau siapa penulis tersebut atau bisa jadi karena tulisan tersebut sudah berada ditengah masyarakat luas dalam waktu yg lama sampai tidak ada yang tau sumbernya darimana. Kenapa sih mesti repot ngurusin hal begituan? Nah, karena hal besar itu berawal dari yang kecil. Kalau kita terbiasa mencatut tulisan orang tanpa menulis sumber (sesingkat apapun; quotes, dsb) bisa jadi kita terbiasa sampai mengambil ide atau hasil karya orang lain yang lebih besar a.k.a Plagiat...

Terrorist Has No Religion

[[UC News] http://id.ucnews.ucweb.com/story/3811681691940471?channel_id=103&host=http:%2F%2Fid.ucnews.ucweb.com&app=browser_iflow&uc_param_str=dnvebichfrmintcpwidsudsvpf&ver=10.10.8.820&sver=inapprelease1&lang=indonesian&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget] is good,have a look at it!

Tribute to Benedict Cumberbatch

https://youtu.be/Pe2IxTr4NGM

Benedict Cumberbatch

https://youtu.be/j0B6J_pop30

Day 30

Bismillahirrahmaanirrahiim.. Bertemu di penghujung ramadhan lagi. Suara bedug dan takbir mulai ramai. Hhh, tekad untuk menulis ternyata hanya wacana. Belum bisa istiqomah. Maafkan . Lagi dan lagi semua yang dilakukan menjadi pengingat diri. Semua kejadian demi kejadian. Semua orang yang ditemui sebulan belakangan. Semuanya. Allah mengirimkan dengan alasan. Jika sampai saat ini saya belum tau apa arti kehadiran seseorang atau makna setiap kejadian, itu karena saya hanya manusia. Banyak tidak taunya. Dan ketidaktahuan membuat kita berusaha sebaik-baiknya. Ramadhan pergi, bulan berganti. Bukan persoalan ramadhannya. Melainkan beberapa kebiasaan baiknya. Semoga istiqamah meski sudah bukan ramadhan. Semoga sekembalinya kita menjadi fitrah lagi, kita menjadi sebaik-baik manusia yang mau berubah menuju kebaikan. Aamiin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H. Taqobballahu minna wa minkum.

Day 3

Pagi saat sahur tadi saya terbangun oleh suara dering telepon masuk. Ah, ternyata mama. Yups, mama yang selalu mengkhawatirka  anak-anaknya sudah bangun sahur atau belum? Sahur makan apa? Buka dimana? Dan pertanyaan yang lazim seorang ibu tanyakan. Jauh dari rumah membuat saya dan kakak saya mandiri. Kalau bukan kita yang saling peduli, mau siapa lagi? Dan perhatian mama sudah lebih dari cukup untuk membuat saya tidam kehilangan sosok ibu. Walaupun kadang ada perasaan sedih ketika teman lainnya bisa menyantap makan sahur dan berbuka bersama keluarga. Tapi ada juga rasa bangga bahwa diusia yang terbilang muda, saya bisa mengurus diri saya sendiri. Memang, bersyukur adalah cara paling ampuh untuk mendamaikan hati. Bersyukur untuk kehidupan yang tidak mudah ini. Untuk rasa bahagia yang bisa diciptakan kalau kamu mau menciptakan, bukan hanya menunggu untuk dibahagiakan.

Day 2

Alhamdulillah sore ini Jakarta diguyur hujaaaan. Dan saya kembali menikmati bulir-bulirnya diatas kepala karena nekat menerobos hujan agar cepat sampai halte dan pulang. Alhamdulillah hari kedua berhasil belajar dari pengalaman. Saya tidak sampai kantor paling akhir lagi. Dan itu artinya saya sudah sedikit demi sedikit belajar disiplin. Bukan untuk perusahaan. Tapi untuk diri saya sendiri. Alhamdulillah siang tadi dapat ilmu baru dari pengajian rutin setiap ramadhan dikantor. Baru hari pertama dimulai, semoga saya bisa melawan godaan syetan lagi yang ingin memaksa saya tidur siang. Alhamdulillah berbuka "no-rice" lagi. Semoga target mengurangi berat badan tercapai. Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk belajar sabar. Yups. Di kota besar macam Jakarta ini, sabar adalah obat dan bekal paling ampuh agar saya tetap menjadi "waras". Hhhh, bagaimana tidak?! Selama ramadhan jalanan akan macet-semacet-maceynya! Dan saya tidak ada waktu untuk mengumpat sambil ter...

Day 1

Seperti ramadhan-ramadhan sebelumnya. Saya sahur dan berbuka dengan menu sederhana a-la anak kost. Dan ini tahun ke-10 sahur saya ditemani serial ramadhan Para Pencari Tuhan. Yups. PPT jilid 10. Dan saya masih menontonnya. Tayangan tersebut bukan hanya tontonan, tapi juga memberikan tuntunan. Oke. Skip cerita serial ramadhannya. Haha. Alhamdulillah puasa pertama diberi kelancaran. Meski tadi saya harus datang terlambat ke kantor. Iya. Manusia hanya bisa berencana, Allah lah yang menentukan. Dan hari pertama masuk lebih pagi (Jam 7), membuat saya menjadi orang terakhir yang datang. Haha. Alhamdulillah masih diberi ketidaksempurnaan. Agar saya terus memperbaiki diri lagi. Agar saya belajar disiplin. Agar saya belajar menepati janji pada diri sendiri. Iya. Tidak ada sesuatu buruk, jika kita mau melihat dari sisi baiknya. Tetaplah husnudzon. Lihatlah hikmahnya. Segala sesuatu terlihat buruk karena kita selalu melihat dari sisi keburukannya saja. Coba cari sudut lain. Sudut yang mempe...

Marhaban Yaa Ramadhan

Marhaban yaa Ramadhan Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan. Semoga kerinduan ini dibarengi dengan ibadah yang istiqomah, syukur-syukur meningkat setiap harinya. Aamiin. Karena, dibulan Ramadhan lah pintu syurga dibuka selebar-lebarnya, dan syetan dibelenggu. Kalau masih ada rasa tergoda untuk bermaksiat. Tanya hati, itu syetan atau memang ego-mu? By the way, ini tahun ke-4 Ramadhan di Jakarta dan masih dengan status yang sama, Single a.k.a Belum ada pendamping. Hmm lupakan tentang status. Gak penting juga sih. Haha. Ada keinginan untuk menulis rutin (lagi) diblog ini. Mudah-mudahan bukan hanya wacana. Menulis apa? Apa saja. Dan semoga tulisan yang bermanfaat. Actually, ada banyak hal yang terjadi dan berubah dalam hidup saya beberapa bulan ini. Dan saya tidak menuliskannya. Saya tetap menulis, hanya saja bukan di blog ini. Tapi di sosial media seperti path dan instagram. Yups. Karena saya hanya menulis tulisan pendek. At least, saya tetap menul...

What The..

👩 mas bentar minta tolong potoin kita 👦 maaf bu saya sibuk What the.. Asli, seumur-umur baru kali ini gue ngalamin hal kaya gitu. Ceritanya berawal ketika gue dan temen-temen kantor makan siang di salah satu warung stik (nama disamarkan) di Jakarta. Dan salah satu atasan gue, bu wiwi emang hobi mengabadikan momen setiap makan diluar. Setelah kita pesen ini ono kucrut, kemudian dateng beberapa pesenan kita. Nggak salah dong kalo kita minta tolong. Lagian butuh waktu berapa menit sih? 1 menit? 5 menit? Dan menurut penglihatan gue, lagi ga banyak2 amat customer kok. Gak secrowded apalah itu yg bisa bikin dia sibuk. Kan waitersnya bukan dia doang. Udah gitu jawabannya to the point aja. Tanpa haha hehe atau rasa bersalah gitu. Huft~

Tentang Hal Lain

Malam ini entah apa yang membuatku sulit tidur. Selain tugas yang memang mendekati deadline. Tapi ada hal lain yang membuatku terus terjaga. Tidak peduli waktu sudah menunjukkan pukul 12.53. Tapi kantukku kali ini dikalahkan oleh hal yang lebih kuat dari biasanya. Aku adalah orang yang paling anti dengan kata "begadang". Yah, selain karena tiada artinya, bagiku malam adalah waktunya tidur. Mengistirahatkan badan yang seharian lelah beraktivitas bukan? Hhhhh, entahlah.. aku masih belum tau tentang "hal lain" itu yang membuatku masih memeluk lutut didepan kamar sambil menatap langit Jakarta yang gelap.

Tugas dan Ide Yang Datang Ketika Tumbang

Hari ini hujan. Hari ini badanku tumbang. Hari ini aku memilih untuk menolak ajakan kakakku melakukan hal yang kita suka, menonton film. Aih, baru kali ini aku mengabaikan film yang sudah lama kutunggu-tunggu. Tapi biarlah. Ada tugas yang harus ku selesaikan segera. Aku harus belajar memilih mendahulukan prioritas. Dan prioritasku sekarang adalah : mengistirahatkan badan sambil menyelesaikan tugasku. Terkadang, ada banyak ide ketika kita sudah terdesak keadaan. Ketika kita hanya memiliki sisa waktu yang sedikit. Terkadang, kita hanya perlu waktu sendiri untuk menyelesaikan semuanya. Tanpa orang lain. Bukan benar-benar sendiri. Tapi bertiga dengan akal dan Tuhan.

Tapi Itulah Manusia

Gambar
Pernah dikecewakan tidak lantas membuatku terpuruk. Bagiku, bila kita dikecewakan artinya kita telah menyimpan harapan yang terlalu besar pada orang itu. Dan itu salah. Padahal sudah berulang kali Allah mengingatkan, bahwa hanya dengan mengingat-Nya hati menjadi tenteram. Padahal Allah adalah pemberi harapan yang tidak pernah palsu apalagi sampai membuat kecewa. Tapi itulah manusia. Terlalu keras kepala, terlalu egois, dan suka sok tau.