久しぶり Ternyata banyak momen yg gue lewatkan tapi tidak tercatat di blog ini, momen gue menginjak usia 31 tahun di November 2024, momen gue patah di usia 30 dan mencoba membuka hati untuk stranger dan ujung-ujungnya berakhir “lagi” hehe, momen gue menyelesaikan kontrak magang gue Juni 2025 sampai momen gue kembali lagi ke Jepang 5 Agustus 2025. Kenapa ya semakin gue dewasa semakin sedikit gue ingin membagikan kisah ke khalayak ramai, apalagi tentang rencana dan proses menuju sebuah impian. Memang belum sampai di fase menjadi privat banget, tapi sedikit demi sedikit usia memang mempengaruhi cara pandang dan bagaimana gue merespon sebuah masalah. Gue bersyukur bisa sampai di titik ini, gue merasa kalau usia 31 bukan hanya perubahan sebuah angka tapi juga perubahan pola pikir dan cara bersikap. Mungkin di usia 30 tahun pencapaian terbesar gue adalah ketika menyadari bahwa gue semakin jarang menangis, fyi gue adalah orang yang cengeng dan sudah pasti untuk menghadapi masalah diawali den...
Wohooo, akhirnya kesampean juga mendaki gunung fuji. Setelah 5 tahun gak mendaki gunung, dengan niat dan tekad yang kuat gue memutuskan mendaki fuji musim panas tahun ini. Rencana ini baru gue susun 2bulan yang lalu, yang mana gue mencari beberapa info teman mendaki dan akhirnya gue pergi dengan rombongan berjumlah 19orang dan gue cewe sendiri. Iya, cewe sendiri. Udah biasa kan?! Hmm. Karena jarak tempat tinggal gue ke fuji lumayan jauh, hal pertama yang gue siapkan adalah memesan tiket bus untuk transportasi PP. Berikut biaya yg gue keluarkan : Bus : ¥9.900 x 2 = ¥19.800 Bus Shinjuku - Fujiyoshida : ¥3.800 x 2 = ¥7.600 Registrasi Fuji jalur Fujiyoshida : ¥2.800 Oke, lanjut cerita perjalanan mendaki. Jadiii, mendaki fuji itu gak dari awal banget. Seperti gunung di Indonesia ada beberapa jalur, dan rombongan gue memilih jalur Yoshida. Yang mana itu merupakan pos kelima. Dan untuk mencapai puncak rata-rata 6jam waktu perjalanan. Disinilah drama pendakian dimulai. Gue harap ini tida...
“10 tahun lalu kita pernah menyerah dan kalah, semoga kali ini kita sama-sama berjuang sampai menang.” 2016-2026 tentu bukan waktu yang singkat yaa menjalani kehidupan yang tidak mudah ini. People come and go, and so me. Tentu banyak cerita yang tercipta, baik suka ataupun duka. Bukan cuma itu, gue juga banyak melewati patah yang menyisakan luka. Tapi bukan itu yang mau gue ceritain sekarang, gue mau cerita gimana ajaibnya “takdir” membawa kisah itu kembali. Yup, sebelas tahun lalu (2015) di awal usia 20-an gue pernah punya hubungan yg spesial dengan teman sekolah. Setelah lulus kita sempat menjalani kehidupan masing-masing (gue di Jakarta, dan dia di Bandung). Gue lupa persisnya bagaimana awal mula kita akhirnya berjalan selayaknya pasangan, yang pasti masih jelas dalam ingatan bagaimana sepuluh tahun lalu kita akhirnya berpisah (2016). Karena memang awalnya kita berteman, dan berakhirnya hubungan kita hanya karena “ego” bukan karena sesuatu yg tidak bisa dimaafkan, hubungan pert...
Sabarko hati({})
BalasHapusmenyedihkan sekali nah :'D
Hapusaku nggak tahu ini puisi apa bukan. Kalo dibales, takut salah. xD
BalasHapushaha curcol ini mah
Hapus